Kepala Dinas Perpustakaan Kota Sibolga Inspektur Upacara Dalam Peringatan HUT RI ke-73 Tahun di SMPN 7 Kota Sibolga

 

Kepala Dinas Perpustakaan Kota Sibolga

Inspektur Upacara Dalam Peringatan HUT RI ke-73 Tahun

di SMPN 7 Kota Sibolga 

            Kepala Dinas Perpustakaan Kota Sibolga Lysnah Siahaan,SE bertindak sebagai Inspektur upacara dalam peringatan HUT Kemerdekan Republik Indonesia ke-73 Tahun, Jum`at (17/08) di SMPN 7 Kota Sibolga.

 

            Kegiatan ini merupakan rangkaian memeriahkan peringatan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, sebelum pelaksanaan Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Lapangan Simare-mare, Sibolga, Walikota Sibolga, Muspida Plus serta kepala-kepala SKPD Pemko Sibolga berpencar ke sekolah-sekolah yang ada di Sibolga untuk menjadi pembina upacara bendera di pagi harinya. 

 

            Sedangkan Kepala Dinas Perpustakan Kota Sibolga mendapat tugas di SMPN 7 Sibolga. Seluruh siswa-siswi, serta seluruh guru menghadiri upacara bendera dengan khikmat. dalam upacara itu Kepala Dinas Perpustakaan Kota Sibolga Lysnah Siahaan,SE membacakan Pidato Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia.

            Sedangkan Pidato Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dibacakan oleh lysnah, menyatakan bahwa Marilah kita senantiasa bersyukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, karena pada hari ini kita dapat memperingati 73 tahun Kemerdekaan Negara kita tercinta, Republik Indonesia. Rasa syukur ini tentu akan lebih bermakna apabila kita juga mengetuk relung hati kembali untuk mengenang jasa-jasa Pahlawan Kemerdekaan seraya berdoa agar Tuhan menempatkannya di tempat terbaik dan kita yang ditinggalkan dapat melanjutkan cita-cita kemerdekaan; melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

 

            Dalam rangka memenuhi janji kemerdekaan, khususnya untuk memberi titik tekan pada diksi mencerdaskan kehidupan bangsa, kita mempercayai bahwa pendidikan merupakan salah satu jalan perubahan menuju perbaikan, yakni menuju Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian. Oleh karenanya kita tak henti-hentinya melakukan upaya pembenahan bidang pendidikan ini agar jalan perubahan tetap pada rel yang benar sehingga tidak hanya sesuai dengan arah cita-cita bangsa, tetapi juga dapat lari dengan cepat mengejar perkembangan zaman.

            Seperti diketahui, tahun ini kita memasuki tahun ke-20 Era Reformasi. Berbagai tatanan baru, termasuk dalam kewenangan bidang pendidikan yang terdesentralisasi sudah terjadi. Namun perlu disadari reformasi ternyata baru menyentuh perombakan institusional dan belum banyak menghasilkan perubahan paradigma, pola pikir dan budaya kerja. Saatnya kita menyudahi transisi yang berkepanjangan ini dan memasuki era Indonesia yang demokratis, sejahtera, berkeadilan dan bermartabat.

            Paradigma pemerataan kualitas pendidikan yang sering menjadi wacana sudah saatnya terejawantah dalam bentuk regulasi yang matang dan berani agar reformasi di bidang pendidikan benar-benar terwujud. Dengan niat baik dan kerja keras kita semua, para orang tua, anak-anak, para guru, tenaga kependidikan, dan masyarakat luas serta pemangku pendidikan, Insya Allah ikhtiar kita ini akan membuahkan hasil.

            Untuk mengimplementasikan amanat program kerja Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, maka reformasi pendidikan meliputi membangun pondasi karakter anak-anak kita sejak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini, memberikan porsi lebih besar penguatan pendidikan karakter pada jenjang Sekolah Dasar, serta memberi perhatian pada revitalisasi kejuruan.

            Pemerataan pendidikan yang berkualitas dilakukan selain menggencarkan manfaat Program Indonesia Pintar melalui ikon Kartu Indonesia Pintar (KIP) agar semua anak bisa sekolah, pemerintah juga telah menetapkan aturan zonasi yang tak hanya akan diterapkan pada penerimaan murid baru, tetapi juga untuk redistribusi guru, penataan fasilitas pendidikan, serta menata ekosistem pendidikan yang lebih kondusif. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya di kota besar namun juga di daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Kurikulum saat ini mengacu kepada kebutuhan daya saing bangsa, dengan visi menghasilkan lulusan yang mampu meningkatkan daya saing bangsa, yaitu lulusan-lulusan yang bukan hanya mencari kerja tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja dengan karakter yang mulia. Dalam waktu bersamaan, perhatian kita tujukan pada penguatan kebudayaan, dan bahasa Indonesia yang difokuskan pada konservasi dan revitalisasi bahasa daerah yang terus digalakkan.

            Hadirin yang saya muliakan,

            Presiden telah memberikan arahan agar menggencarkan pembangunan infrastruktur segera diikuti dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini juga tertuang dalam empat pilar Visi Indonesia 2045, yaitu: 1) pembangunan SDM dan penguasaan iptek, 2) perkembangan ekonomi berkelanjutan, 3) pemerataan pembangunan, dan 4) ketahanan nasional dan tatakelola pemerintahan. Untuk itu, pembangunan SDM dalam bidang pendidikan, diarahkan untuk mengantisipasi dua hal. Pertama, menyiapkan SDM agar dapat beradaptasi dan hidup selaras dengan perkembangan zaman. Kedua, meminimalisasi dampak sosial dari pembangunan infrastruktur yang sedang gencar dilaksanakan.

Penempatan SDM sebagai pilar pertama mempertegas bahwa SDM menjadi faktor yang sangat penting dalam menopang pembangunan suatu negara. Dengan SDM yang memiliki kompetensi serta produktivitas tinggi, maka negara dapat mencapai pertumbuhan optimal dan juga memiliki nilai daya saing yang lebih tinggi. Upaya untuk meningkatkan kualitas SDM harus dilihat dari dua perspektif: manusia sebagai insan yang berkarakter unggul dan manusia sebagai sumber daya pembangunan yang sehat, berpendidikan, dan produktif. Untuk itu terdapat lima karakteristik SDM yang perlu dihasilkan melalui pendidikan dan kebudayaan, yaitu: 1) Memiliki karakter kuat; 2) Memiliki multi-kecakapan Abad 21 dan Bersertifikat; 3) Elastis dan Pembelajar Sepanjang Hayat; 4) Inovatif dan Kewirausahaan; 5) Kewargaan Global.

 

            Bapak/Ibu hadirin peserta upacara yang saya cintai,

            Tahun 2018 ini, Indonesia diberikan amanah untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Asian Games ke XVII yang akan dilaksanakan pembukaannya esok hari. Asian Games ke-18 ini mengingatkan kita pada Asian Games tahun 1962 yang juga diselenggarakan di Indonesia. Pada waktu itu pesta olah raga terbesar kedua di dunia setelah Olimpiade ini menjadi momentum mengobarkan nasionalisme.

 

            Setelah upacara dalam peringatan HUT Kemerdekan Republik Indonesia ke-73, Kepala Dinas Perpustakaan Kota Sibolga Lysnah Siahaan,SE menyempatkan diri untuk berkunjung Perputakaan SMPN 7, dalam bentuk Monitoring Perpustakaan Sekolah sekaligus memberikan masukan serta nasehat dalam penyelenggaraan pelayanan perpustakaan yang baik dan benar. Riz & Tim

 

Related Article